Storytime
READ: Joshua 2:1-14The Lord your God, He is God in heaven above and on earth beneath. —Joshua 2:11
Did you ever wonder why Rahab, the prostitute who lived in the pagan city of Jericho, opened her home to the Israelite spies? And what gave her the courage to name the God of Israel as her own?
This unlikeliest of conversions was prompted by the stories she had heard about the reality and power of God. Though thoroughly steeped in paganism and immorality, her heart was drawn to God. As she told the spies, "We have heard how the Lord dried up the water of the Red Sea for you when you came out of Egypt, and what you did to the two kings of the Amorites" (Josh. 2:10).
Under normal circumstances, the highly fortified city of Jericho would have been virtually unconquerable. Yet it became vulnerable because of the compelling stories of God’s power. Long before God’s people arrived, the self-sufficient pride of this hostile culture dissolved in fear when faced with those who belonged to the God they had heard so much about (v.11). And within the walls, one pagan heart turned to receive the God of Israel and played a strategic role in Israel’s stunning victory.
Let’s boldly tell the stories of God’s greatness. You never know whose heart may be ready to respond! —Joe Stowell
Don’t be shy; tell the stories of God’s greatness.
------------------------------------------
------------------------------------------
Waktunya Bercerita
Baca: Yosua 2:1-14
Sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. —Yosua 2:11
Sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. —Yosua 2:11
Apakah Anda pernah merasa ingin tahu mengapa Rahab, perempuan sundal yang tinggal di kota penyembah berhala, Yerikho, bersedia menerima mata-mata orang Israel di rumahnya? Apa yang membuat dirinya berani menyatakan Allah orang Israel sebagai Allahnya?
Pertobatan yang kelihatannya hampir mustahil terjadi itu disebabkan oleh cerita-cerita yang telah didengar Rahab tentang realitas dan kuasa Allah. Meskipun tinggal di lingkungan yang masyarakatnya menyembah berhala dan tidak berakhlak, hati Rahab telah tertarik pada Allah. Sebagaimana ucapan yang ia ungkapkan kepada mata-mata itu, "Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori . . . ." (Yos. 2:10).
Dalam keadaan normal, kota Yerikho yang pertahanannya sangat kuat nyaris tidak mungkin ditaklukkan. Namun, kota itu menjadi mudah diserang karena cerita-cerita dahsyat mengenai kuasa Allah. Jauh sebelum umat Allah datang, keangkuhan dari kebudayaan yang tidak ramah ini larut dalam ketakutan ketika mereka berhadapan dengan orang-orang yang memiliki Allah seperti yang sudah sering mereka dengar kehebatan-Nya (ay.11). Di balik tembok Yerikho, hati seorang penyembah berhala diubahkan untuk menerima Allah orang Israel dan memegang peran penting dalam kemenangan Israel yang maha besar.
Marilah kita menceritakan dengan terus terang kisah-kisah tentang kebesaran Allah. Siapa tahu ada hati yang memang telah siap menanggapinya. —JMS
Pertobatan yang kelihatannya hampir mustahil terjadi itu disebabkan oleh cerita-cerita yang telah didengar Rahab tentang realitas dan kuasa Allah. Meskipun tinggal di lingkungan yang masyarakatnya menyembah berhala dan tidak berakhlak, hati Rahab telah tertarik pada Allah. Sebagaimana ucapan yang ia ungkapkan kepada mata-mata itu, "Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori . . . ." (Yos. 2:10).
Dalam keadaan normal, kota Yerikho yang pertahanannya sangat kuat nyaris tidak mungkin ditaklukkan. Namun, kota itu menjadi mudah diserang karena cerita-cerita dahsyat mengenai kuasa Allah. Jauh sebelum umat Allah datang, keangkuhan dari kebudayaan yang tidak ramah ini larut dalam ketakutan ketika mereka berhadapan dengan orang-orang yang memiliki Allah seperti yang sudah sering mereka dengar kehebatan-Nya (ay.11). Di balik tembok Yerikho, hati seorang penyembah berhala diubahkan untuk menerima Allah orang Israel dan memegang peran penting dalam kemenangan Israel yang maha besar.
Marilah kita menceritakan dengan terus terang kisah-kisah tentang kebesaran Allah. Siapa tahu ada hati yang memang telah siap menanggapinya. —JMS
Janganlah malu; ceritakanlah kisah tentang kebesaran Allah.
------------------------------------------
*Taken from RBC Asia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar