October 1, 2007

Sing!
Read: 1 Chronicles 16:23-27
Sing psalms to Him; talk of all His wondrous works! -1 Chronicles 16:9
Our home in Boise is next to a park where I walk most mornings. An elderly woman walks there at the same time. She walks clockwise and I walk counter-clockwise, which means that we meet twice each lap.
She has the most lovely, crinkly eyes and wrinkled face that wrinkles even more when she smiles. When she smiles, her whole face smiles!
She has Alzheimer’s.
The first time we meet she asks, “Have I sung my song?” I say, “No, ma’am.” And she sings a little song about the sun: “Good morning, Mr. Sunshine . . .” Then she smiles, raises her hands in a kind of blessing, and moves on.
So we go our separate ways—180 degrees around the circle—until we meet again. She asks, “Have I sung my song?” I say, “Sing it again!” And she does. I can’t get her delightful song out of my mind.
She has become a parable of the kind of person I want to be—making my way through the world, singing and making melody in my heart, singing of the Sun of Righteousness who has risen with healing in His wings (Mal. 4:2), leaving behind a lingering memory of His love.
May His song be on your heart and lips this day. And may many hear and put their trust in the Lord. -
David H. Roper.
A song in your heart puts a smile on your face.
-------------------------------------------------
Bernyanyilah!
Baca: 1 Tawarikh 16:23-27
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! —1 Tawarikh 16:9
Rumah kami di Boise bersebelahan dengan sebuah taman. Hampir setiap pagi saya berjalan-jalan di taman itu. Di waktu yang sama, seorang wanita tua juga berjalan-jalan di taman tersebut. Ia berjalan searah jarum jam sedangkan saya sebaliknya, sehingga kami bertemu dua kali setiap putaran.
Wanita tua itu memiliki kerut mata dan wajah keriput yang paling menyenangkan. Wajah itu akan tambah berkeriput bila ia tersenyum. Ketika ia tersenyum, seluruh wajahnya ikut tersenyum!
Ia menderita penyakit Alzheimer.
Saat berpapasan pertama kali, ia bertanya, "Apakah saya sudah menyanyikan lagu saya?" Saya menjawab, "Belum, Bu." Dan ia melantunkan sebuah lagu pendek tentang matahari: "Selamat Pagi, Sang Surya . . ." Kemudian ia tersenyum, mengangkat tangannya seperti memberi berkat, dan meneruskan perjalanan.
Kami berpisah—180 derajat memutari separuh taman—sampai kami bertemu kembali. Ia bertanya, "Sudahkah saya menyanyikan lagu saya?" Saya menjawab, "Nyanyikanlah lagi!" Dan ia pun mendendangkannya. Lagu yang sangat ceria itu terngiang terus di telinga saya.
Wanita tua itu menjadi contoh yang ingin saya tiru—menjalani hidup di dunia ini, menyanyi dan bersenandung dalam hati, memuji Sang Surya Kebenaran yang telah terbit dengan kesembuhan pada sayapnya (Mal. 4:2), meninggalkan kenangan yang abadi akan kasih-Nya.
Kiranya kidung Tuhan dilantunkan di dalam hati dan melalui mulut Anda hari ini. Dan kiranya banyak orang mendengarnya dan menjadi percaya kepada Allah. -DHR
Nyanyian di hati Anda memancarkan senyuman di wajah Anda.
-------------------------------------------------
*Taken from RBC ministries asia

Tidak ada komentar: