October 8, 2007

Be Coachable!

Read: Philippians 4:10-19
I have learned in whatever state I am, to be content. —Philippians 4:11

Casey Seymour, a successful soccer player and coach, notes that everyone on his team hates the 10-by-100 drill that ends practice. Before the men can leave the field, they must run 100 yards 10 times at full speed with minimal rest. If they don’t beat a prescribed time, they have to do it again.
The players hate it—until the day of the game. Then they find that they can play at full capacity for the entire match. Their effort has been rewarded with a championship!
The apostle Paul used metaphors of training and competition in his letters. While he was a missionary to the Gentiles, he submitted to the instructions and drills of God amid great suffering and hardship. Twice in Philippians 4, he said, "I have learned" (vv.11-12). For him, and for each of us, following Jesus is a lifelong learning process. We are not spiritually mature the day we are saved, any more than a schoolboy athlete is ready for professional soccer. We grow in faith as we allow God through His Word and the Holy Spirit to empower us to serve Him.
Through hardship, Paul learned to serve God well—and so can we. It’s not pleasant, but it is rewarding! The more teachable we are, the more mature we will become. As members of Christ’s team, let’s be coachable. —David C. Egner

God’s work in us isn’t over when we receive Christ—it has just begun.
------------------------------------------
Bersedialah Untuk Dilatih
Baca: Filipi 4:10-19
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. -Filipi 4:11
Casey Seymour, pemain dan pelatih sepak bola yang sukses, memerhatikan bahwa setiap anggota timnya membenci aktivitas yang mengakhiri setiap pelatihan. Sebelum meninggalkan lapangan, mereka harus berlari dengan kecepatan penuh tanpa istirahat sejauh 100 yards (+91 m) sebanyak 10 kali. Jika waktu tempuh mereka melebihi batas waktu yang telah ditentukan, mereka harus mengulanginya.
Para pemain membenci latihan penutup tersebut—hingga tiba saat bertanding. Kemudian barulah mereka menyadari bahwa mereka dapat bermain dengan kapasitas penuh sepanjang pertandingan. Usaha mereka telah membuahkan hasil sebagai juara!
Rasul Paulus memakai metafora mengenai latihan dan perlombaan di surat-suratnya. Ketika melayani orang-orang bukan Yahudi, ia taat pada perintah dan latihan yang diberikan oleh Allah di tengah-tengah penderitaan dan kesulitan besar yang dialaminya. Di Filipi 4, Paulus mengatakan, "Aku telah belajar" (ay.11-12). Bagi Paulus, dan setiap orang percaya, mengikut Yesus adalah suatu proses belajar seumur hidup. Kita tidaklah dewasa secara rohani pada waktu kita diselamatkan, sama seperti atlit pelajar yang belum siap menjadi pemain sepak bola profesional. Kita bertumbuh dalam iman ketika kita mengizinkan Allah, melalui firman-Nya dan Roh Kudus, untuk memampukan kita guna melayani-Nya.
Melalui penderitaan, Paulus belajar melayani Allah dengan baik-dan kita juga dapat melakukannya. Tidaklah menyenangkan, tetapi ada upahnya! Makin mudah kita diajar, makin dewasalah kita. Sebagai anggota tim Kristus, biarlah kita bersedia untuk dilatih. -DCE
Pekerjaan Allah belumlah selesai ketika kita menerima Kristus-sebaliknya,
pekerjaan-Nya barulah dimulai.
------------------------------------------

Tidak ada komentar: